Selasa, 13 Mei 2008

Pembekalan Pasca SMA

Kemanakah siswa setelah lulus SMA, kuliah atau kerja?
Jika kuliah, mau pilih jurusan apa, universitas mana dan bagaimana dengan biaya kuliah yang mahal?

Bingung kan? Untungnya siswa SMA Islam Jiwa Nala Surabaya mendapatkan Pembekalan Pasca SMA hasil kerjasama SMA Islam Jiwa Nala Surabaya dengan Humas Universitas Narotama Surabaya.


Akhirnya, kelar sudah perjuangan siswa kelas 3 SMA Islam Jiwa Nala Surabaya dalam menghadapi Ujian Nasional (UNAS), Selasa-Kamis (22-24/4) lalu. Kini, mereka tinggal menunggu hasil pengumuman lulus tidaknya dalam UNAS. Dalam benak siswa, banyak yang mengalami kebingungan akan kemana mereka setelah lulus SMA. Ada yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, ada pula yang ingin bekerja karena tidak punya biaya untuk kuliah dan bisa membantu orang tua. Untunglah kebingungan mereka terbayar saat mendapatkan Pembekalan Pasca SMA hasil kerja bareng SMA Islam Jiwa Nala dengan Humas Universitas Narotama Surabaya.

“Bila dalam otak pikiran kalian tidak ada keinginan untuk kuliah, maka selamanya kalian tidak akan bisa kuliah. Karena kalian sudah memutuskan untuk tidak kuliah,” kata Nur Hadi, Kepala Humas Universitas Narotama mengawali perbincangannya di hadapan 40 siswa dan guru SMA Islam Jiwa Nala ini.

Nur Hadi pun kemudian melanjutkan, bahwa yang menjadi penyebab banyaknya siswa tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus SMA karena mindset pikiran mereka. “Kalian harus mengubah pikiran kalian dari yang tidak ingin kuliah dengan harus kuliah, karena bagaimanapun tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan menentukan dalam menghadapi persaingan global saat ini,” terangnya.

Bagaimana dengan masalah biaya kuliah yang saat ini tergolong tidak murah? Bapak satu anak inipun kemudian memberikan kiat-kiatnya dalam menyiasati biaya kuliah yaitu dengan mencari beasiswa yang sekarang banyak diberikan oleh perguruan tinggi-perguruan tinggi dan juga perusahaan-perusahaan. “Di Belanda tiap tahunnya memberikan beasiswa kepada sekitar 3000 mahasiswa Indonesia untuk kuliah di sana. Nah, sekarang tinggal kalian mau apa tidak mencarinya di internet,” ungkapnya menceritakan banyak program beasiswa yang bertebaran di internet. “Sekarang sudah bukan zamannya lagi ada nama kuliah negeri atau swasta. Bila kalian mau kuliah, pertama kali kalian harus cari dulu mengenai akreditasi perguruan tinggi tersebut, karena akreditasi inilah yang menentukan bagus tidaknya suatu perguruan tingginya,” sambungnya.

Sebelumnya, siswa di ajak keliling dahulu melihat-lihat suasana aktivitas kampus Universitas Narotama. Mulai dari bagian informasi dan pendaftaran, bagian akademik, ruang perkuliahan, ruang UKM, dan perpustakaan.

“Kami berharap adik-adik siswa ini tahu akan kehidupan kampus sebelum mereka benar-benar meninggalkan bangku SMA. Selain itu, khususnya memberikan motivasi bagi mereka melalui pembekalan ini untuk bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi lagi yaitu ke perguruan tinggi,” ujar Mutia, Kepala Sekolah SMA Islam Jiwa Nala Surabaya ini ketika menjelaskan tujuan diadakannya Pembekalan Pasca SMA.

□naskah: Mohammad Solihin

Selasa, 15 April 2008

STUDY RESEARCH












Eksplorasi M
useum, Media, Religi dan Fauna

Surabaya-SMA Islam Jiwa Nala
Mengunjungi museum memang mengasyikkan. Setidaknya itulah yang dirasakan 46 siswa kelas X,XI dan XII serta 11 guru SMA Islam Jiwa Nala Surabaya, Selasa (25/3) lalu saat melakukan kunjungan ke Museum Mpu Tantular, Sidoarjo dalam rangka kegiatan Study Research SMA Islam Jiwa Nala Surabaya. Kegiatan tahunan pada akhir semester ini selain memberikan bekal ketrampilan (skill) kepada siswa juga sebagai wujud rasa syukur.
“Untuk tahun ini kita melakukan kunjungan ke Museum Mpu Tantular, Koran Duta Masyarakat, Masjid Al Akbar dan Kebun Binatang Surabaya. Selain sebagai wujud rasa syukur kita terutama siswa juga sebagai bekal ketrampilan, sehingga mereka dapat mengeksplorasi segala ilmu pengetahuan di lapangan yang tidak mereka temui di kelas. Selain itu, untuk melatih siswa bekerja atau melakukan penelitian di lapangan,” terang Mutia, Kepala Sekolah SMA Islam Jiwa Nala Surabaya.

Berbagai macam koleksi benda bersejarah dipamerkan di Museum Mpu Tantular mulai dari zaman prasejarah, klasik (Hindu-Budha), zaman Islam, kolonial hingga zaman modern bisa kita lihat secara langsung. Museum yang terletak di Jalan Raya Buduran – Jembatan Layang, Sidoarjo ini memiliki koleksi sekitar 15.000 buah yang digolongkan menjadi 10 jenis yaitu koleksi Geologi, Biologi, Etnografi, Arkeologi, Histori, Numismatik dan Heraldik, Filologi, Keramik, Seni Rupa dan Teknologi.

Lantai pertama ruang pamer museum, siswa pertamakali melihat berbagai macam fosil. Dengan sebuah pena dan buku serta dipandu oleh pemandu yang disediakan pihak museum, siswa sangat antusias mencatat setiap detil keterangan mengenai fosil-fosil yang dipamerkan. Ada fosil kepala kerbau (bubalus bubalis) berumur 800.000 tahun lalu ditemukan di Sungai Porong, Sidoarjo. Fosil gading gajah berukuran besar dan panjang yang diperkirakan berusia 600.000 – 1 juta tahun lalu ditemukan di Bojonegoro. Kemudian fosil tengkorak buaya yang ditemukan di Sungai Porong, Sidoarjo berusia 800.000 tahun lalu. Dalam ruang tersendiri di tengah-tengah ruang pamer terdapat berbagai koleksi benda pusaka, diantaranya keris atau pusaka dan perhiasan zaman dulu. Tidak hanya itu, di ruangan lain juga ada naskah kuno (manuscript) berusia puluhan hingga ratusan tahun, sepeda kayu yang tidak pakai pedal dibuat tahun 1766 berasal dari Jerman, sepeda tinggi yang diproduksi di Inggris pada tahun 1870.

Sementara itu di lantai dua ruang pamer Musem Mpu Tantular, terdapat berbagai macam koleksi IPTEK yang berkaitan dengan pelajaran Fisika, Biologi, Matematika dan Elektronika. Dari 40 koleksi tersebut, diantaranya Radio Ember, Giroskop atau gaya putar yang terjadi pada helikopter saat belok, Pengungkit, terjadinya Petir, alat peraga tentang Hukum Pascal, Hukum Archimides.

“Banyak pengetahuan yang bisa saya dapatkan di museum ini. Kita tidak hanya tahu benda-benda bersejarah tersebut, namun kita juga bisa tahu mengenai peradaban pada masa lampau dari benda-benda tersebut,” ujar Ike Lestari, siswa XII IPS ini.

Berikutnya, rombongan mengunjungi redaksi Harian Duta Masyarakat yang berada di Graha Astra Nawa, Jl. Gayungsari Timur. Disini siswa diperlihatkan tentang bagaimana proses penerbitan koran mulai dari pencarian berita, penulisan, editing, layout sampai koran cetak. “Tidak mudah menerbitkan sebuah koran harian, apalagi koran yang bernafaskan Islam seperti koran kita. Butuh manajemen dan pemasaran yang handal agar koran kita bisa eksis dan bersaing dengan koran lainnya,” jelas Mokhammad Kaiyis, direktur Harian Duta Masyarakat yang didampingi awak redaksi bagian koordinator liputan dan redaktur pendidikan.

Tidak terasa adzan Dhuhur telah berkumandang. Rombongan Study Research bergegas menuju ke Masjid Al Akbar yang hanya berjarak 500 meter dari Harian Duta Masyarakat untuk menunaikan shalat Dhuhur berjamaah. Kelar sholat dan makan siang, rombongan pun kembali melanjutkan kegiatannya ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Disini siswa mencari data-data seputar Fauna yang ada di KBS ini. “Setelah kegiatan Study Research ini, siswa di minta untuk menulis laporan mengenai data-data yang telah mereka peroleh selama kunjungan sebagai tugas mereka,” kata Sri Utami Arianti, koordinator guru pendamping yang juga Wakasek Bagian Kurikulum. ▀
naskah dan foto: Mohammad Solihin

Rabu, 09 April 2008

FOTO-FOTO KEGIATAN STUDI RISET

ASYIKNYA melakukan STUDI RISET. Dan Inilah beberapa foto-fotonya.


Siswa dan guru SMA Islam Jiwa Nala Surabaya berpose di depan gedung Museum Mpu Tantular Surabaya.



Siswa begitu serius mencatat data-data mengenai Fosil Kepala Kerbau.



Siswa mencatat data-data di ruangan koleksi Keris.



Siswa saat melihat dan mencatat sejarah Delman/Andong/Dokar.



Asyiknya beberapa siswa bermain di ruang koleksi IPTEK.



Guru SMA Islam Jiwa Nala Surabaya memberikan kenang-kenangan berupa cinderamata kepada petugas Museum Mpu Tantular Surabaya.



Foto bersama di depan gedung Astra Nawa di kantor Redaksi Duta Masyarakat.



Suasana Siswa dan guru saat di ruangan redaksi Duta Masyarakat.



Guru SMA Islam Jiwa Nala Surabaya memberikan kenang-kenangan cinderamata kepada direktur Duta Masyarakat.



Berpose bersama di depan Masjid Al Akbar Surabaya.



Siswa dan guru menunaikan Sholat Dhuhur Jamaah di Masjid Al Akbar Surabaya.


Berpose bersama di Kebun Binatang Surabaya (KBS).



Guru SMA Islam Jiwa Nala memberikan kenang-kenangan juga kepada petugas Kebun Binatang Surabaya (KBS).



Begitu antusiasnya siswa melihat dan mencatat data-data koleksi fauna di KBS.



Saking asyiknya melakukan riset, hingga tidak tahu jika Unta menghampirinya.

Foto-foto oleh: mohammadsolihin@yahoo.com.